Sedikit berbagi cerita pengalaman apa yg saya alami sebagai penderita *Kanker Tulang*
Awalnya yg saya rasakan adalah nyeri, pegal dan sendinya rasa linu. Saya berpikir sdh tanda2 usia saya di 46 tahun, jd saya biarkan saja.
Sepulang dari Madrid di bln Mei 2014, mulai merasa sering kesemutan. Awal Agustus 2014 saya ke Thailand, mendapatkan short trip dari AXA. Malam setelah jalan2, kaki saya berasa sakit, nyeri, nyut2 an sampe susah tidur.
Sepulang dari thailand saya ke nasabah, sewaktu turun dr mobil tiba2 kaki saya bunyi krek... seperti bunyi tulang patah.
Sakit untuk jalan..saya pikir kaki saya patah. Periksa ke dokter Balikpapan tdk di temukan apa2 dan hasil x-Ray nya juga bagus.
Akhirnya saya ke singapore 28 jan 2015, periksa lengkap dan di biopsi, hasilnya saya di vonis terkena *Kanker Tulang*.
Saya kemudian kemo 6 cycle @ 4 hari, dan melakukan operasi 2 juli 2015. Kaki tidak boleh di tekuk, jadi saya jalan dgn satu kaki, pakai tongkat dan kursi roda. Selama 3 bln pemulihan lalu sambung fisioterapi setiap hari.
Oktober mulai kemoterapi lagi di Singapore sebanyak 4 cycle 1 hari. Setiap 3 minggu sekali dari bulan Oktober hingga Januari 2016 dan setiap 3 bln sekali saya harus kontrol
Saya sangat bersyukur bahwa pada saat mengalami musibah seperti ini saya *sudah* memiliki proteksi, dan saya memilih *AXA* untuk melindungi keuangan saya.
Pertama saya bayar dulu 225 jt menggunakan kartu kredit, setelah ketauan kanker saya minta AXA untuk mengeluarkan Letter of Guaranted untuk biaya kemo terapi dan pengobatan saya di Singapore.
Memang butuh proses investigasi diawal, dan 225.000.000 baru dibayarkan setelah 2 bulan.
Setiap perusahaan pasti punya prosedurnya, jd saya ikuti saja...karena saya yakin kalau kita tidak ada riwayat pasti dibayar.
Puji Tuhan keadaan saya sekarang sudah jauh lebih baik, sudah bisa jalan kembali dengan normal.
Terima kasih Tuhan, Terima kasih AXA
Regards,
Susana
Agency Director,
Balikpapan, Kalimantan Timur.
Awalnya yg saya rasakan adalah nyeri, pegal dan sendinya rasa linu. Saya berpikir sdh tanda2 usia saya di 46 tahun, jd saya biarkan saja.
Sepulang dari Madrid di bln Mei 2014, mulai merasa sering kesemutan. Awal Agustus 2014 saya ke Thailand, mendapatkan short trip dari AXA. Malam setelah jalan2, kaki saya berasa sakit, nyeri, nyut2 an sampe susah tidur.
Sepulang dari thailand saya ke nasabah, sewaktu turun dr mobil tiba2 kaki saya bunyi krek... seperti bunyi tulang patah.
Sakit untuk jalan..saya pikir kaki saya patah. Periksa ke dokter Balikpapan tdk di temukan apa2 dan hasil x-Ray nya juga bagus.
Akhirnya saya ke singapore 28 jan 2015, periksa lengkap dan di biopsi, hasilnya saya di vonis terkena *Kanker Tulang*.
Saya kemudian kemo 6 cycle @ 4 hari, dan melakukan operasi 2 juli 2015. Kaki tidak boleh di tekuk, jadi saya jalan dgn satu kaki, pakai tongkat dan kursi roda. Selama 3 bln pemulihan lalu sambung fisioterapi setiap hari.
Oktober mulai kemoterapi lagi di Singapore sebanyak 4 cycle 1 hari. Setiap 3 minggu sekali dari bulan Oktober hingga Januari 2016 dan setiap 3 bln sekali saya harus kontrol
Saya sangat bersyukur bahwa pada saat mengalami musibah seperti ini saya *sudah* memiliki proteksi, dan saya memilih *AXA* untuk melindungi keuangan saya.
Pertama saya bayar dulu 225 jt menggunakan kartu kredit, setelah ketauan kanker saya minta AXA untuk mengeluarkan Letter of Guaranted untuk biaya kemo terapi dan pengobatan saya di Singapore.
Memang butuh proses investigasi diawal, dan 225.000.000 baru dibayarkan setelah 2 bulan.
Setiap perusahaan pasti punya prosedurnya, jd saya ikuti saja...karena saya yakin kalau kita tidak ada riwayat pasti dibayar.
Puji Tuhan keadaan saya sekarang sudah jauh lebih baik, sudah bisa jalan kembali dengan normal.
Terima kasih Tuhan, Terima kasih AXA
Regards,
Susana
Agency Director,
Balikpapan, Kalimantan Timur.